Sambil menunggu waktu maghrib tiba, sore itu Mamat duduk-duduk di pos ronda yang letaknya tidak jauh dari mushola di lingkungan RT tempat tinggalnya. Tiba-tiba tampak Ujang muncul dari sebuah gang dengan raut yang muram dan tidak bahagia. “Assalamualaikum,” sapa Mamat. “Waalaikum salam,” jawab Ujang. Mamat, “Dari mana Jang?” Ujang,”Dari tukang jahit.” Ujang lalu ikut duduk menemani Mamat di pos ronda tersebut. “Terus kenapa kamu cemberut begitu?” tanya Mamat. Ujang, “Minggu lalu aku jahitin kain untuk baju seragam. Janjinya hari ini bisa diambil, ternyata tadi aku ke sana masih belum jadi.” “Kog bisa begitu? Sudah kamu tanyain ke tukangnya, kenapa terlambat dijahit,” tanya Mamat lagi. “Sudah, katanya dia masih sibuk mengerjakan jahitan yang lain. Padahal itu masih dijanjikan dan mau diambil seminggu lagi, tetapi justru malah diduluin dikerjakan. Jahitanku yang mestinya diambil duluan malah diabaikan. Kan , kesal jadinya, “ jelas Ujang. “Oh begitu…,” timpal Mamat den...