Langsung ke konten utama

Postingan

Refleksi akhir Ramadan

Ternyata waktu hanya sesaat Tak bisa mengulang yg sdh terlewat Perbanyak amalan² yg bermanfaat Tinggalkan segala yg mudharat Jangan ikuti setan yg terlaknat Dengan semua tipu muslihat Dan cara-caranya bersiasat Agar manusia menjadi tersesat Selagi kesempatan msh didapat Umurpun masih tersemat Mari kita segera bertobat Sebelum nanti akhirnya terlambat Luruskan niat perbaiki tabiat Utamakan solat perbanyak solawat In sya Allah akan selamat Hidup di dunia dan akhirat

(Kembali) Mudik

Alhamdulillah, in sya Allah lebaran ini kita mudik…. hore…. Sudah dua tahun Pemerintah melarang warganya yang bertempat tinggal di kota2 besar, merantau jauh dari daerah asal masing2 untuk pulang ke kampung halaman menjenguk dan berkumpul bersama sanak famili serta handai taulan. Sebenarnya pandemi juga masih belum hilang sama sekali, tetapi berdasarkan data2 dan hasil analisis, pada akhirnya masyarakat dibukakan pintu untuk melepas rindu dalam momen khusus setahun sekali yang sudah berjalan selama puluhan tahun di negeri ini. Hampir saja banyak orang akan bernasib sama dengan bang Toyib yang tiga kali puasa tiga kali lebaran enggak pulang2 sehingga anaknya memanggil-manggil namanya. Tujuan mudik masing2 tidak sama. Mengambil sampel ibukota sebagai pusat orang berdatangan, sebagian besar para pemudik akan menuju kampung masih di pulau Jawa. Sebagian kecil harus menyeberang pulau atau sebaliknya. Itulah mudiknya orang2 sebagai bagian dari komunitas hidup di dunia yang harus beru...

WA Grup II (Gossen ah...)

  Di dalam ilmu ekonomi dikenal berbagai macam hukum, salah satunya adalah Hukum Gossen . Sesuai namanya, hukum ini dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi asal Jerman bernama Herman Heinrich Gossen. Hukum Gossen menerangkan bahwa : “jika pemuasan keperluan terhadap suatu jenis benda tertentu dilakukan terus menerus, kenikmatannya akan terus-menerus berkurang sampai akhirnya mencapai suatu kejenuhan” Sederhananya dapat kita ambil contoh dari keseharian kita sendiri. Saat kita makan martabak, mungkin satu potong masih terasa kurang, sehingga kita ambil potongan yang kedua untuk memenuhi keinginan agar bisa lebih menikmati. Jika masih kurang bolehlah kita lanjutkan ke potongan yang ketiga. Yang mesti diingat adalah, pada titik tertentu kenikmatan martabak tersebut akan mencapai puncaknya. Jika telah sampai pada titik tersebut namun kita memaksakan untuk memakan lagi, maka potongan martabak yang kesekian ini sudah tidak senikmat sebelumnya. Demikian juga potongan-potongan yang lai...

PRIORITAS

Sambil menunggu waktu maghrib tiba, sore itu Mamat duduk-duduk di pos ronda yang letaknya tidak jauh dari mushola di lingkungan RT tempat tinggalnya. Tiba-tiba tampak Ujang muncul dari sebuah gang dengan raut yang muram dan tidak bahagia. “Assalamualaikum,” sapa Mamat. “Waalaikum salam,” jawab Ujang. Mamat, “Dari mana Jang?” Ujang,”Dari tukang jahit.” Ujang lalu ikut duduk menemani Mamat di pos ronda tersebut. “Terus kenapa kamu cemberut begitu?” tanya Mamat. Ujang, “Minggu lalu aku jahitin kain untuk baju seragam. Janjinya hari ini bisa diambil, ternyata tadi aku ke sana masih belum jadi.” “Kog bisa begitu? Sudah kamu tanyain ke tukangnya, kenapa terlambat dijahit,” tanya Mamat lagi. “Sudah, katanya dia masih sibuk mengerjakan jahitan yang lain. Padahal itu masih dijanjikan dan mau diambil seminggu lagi, tetapi justru malah diduluin dikerjakan. Jahitanku yang mestinya diambil duluan malah diabaikan. Kan , kesal jadinya, “ jelas Ujang. “Oh begitu…,” timpal Mamat den...

Romansa Oktober2021

Kau tuntun aku dalam keangkuhanku Kau bimbing aku  dalam keegoisanku Dari cucuran air matamu Memancar jelas putih hatimu Di peluh keringat tubuhmu Nyata tergambar ketulusanmu Sekian waktu berlalu Kian terasa artimu bagiku Semakin lama bersamamu Makin aku mabuk padamu Saat aku berjalan sendiri Menyelami malam nan sunyi Memandang langit penuh misteri Dan kedip bintang yang berseri Aku bangun dan menyadari Memaknai hakikat tambatan hati Entah sudah berapa kali  Kau ajari diri ini Apa itu cinta dan pengorbanan ~~ooOoo~~

WA Grup

Tahun ajaran baru, baru saja dimulai. Sudah lazimnya dan mengulang momentum yang sama sebelum-sebelumnya, dibuatlah Grup di aplikasi Whatsapp atau dikenal sebagai  Whatsapp Group  (WAG) untuk orang tua siswa dalam satu kelas yang sama, termasuk dalam kelas anak saya. Jangan ditanya grup untuk siswa-siswanya.  Sebagai generasi mileneal yang lebih melek teknologi informasi serta hal-hal yang terkait dengan internet, sudah pasti mereka lebih tanggap dan sigap menyikapi kejadian-kejadian di dunia nyata untuk diekpresikan dengan perilaku/habit mereka di dunia maya. Ada satu hal yang menggelitik dalam pembuatan WAG ortu siswa tadi. Salah satu anggota grup meminta untuk para orang tua mencantumkan nama anaknya sebagai nama di akun WA masing-masing, alasannya agar satu sama lain bisa saling mengenal.  Misalnya, ‘Mama Budi’, ‘Papanya Indah’, ‘Ummi Faisal’, dll. Istriku yang nomornya tergabung di grup tadi, bingung harus dipenuhi atau tidak permintaan tadi. Sebenarnya sih ...

Perang Sesungguhnya

  Setelah beberapa perselisihan dan pertikaian antara kaum Muslmin yang saat itu telah menemukan tempat yang kondusif untuk menyebarkan agama Islam di Madinah melawan kaum kafir yang dipimpin pembesar-pembesar Quraish di Mekkah, akhirnya terjadilah pertempuran besar pertama antara Nabi Muhammad saw melawan musuh-musuhnya itu pada tanggal 17  Ramadhan  2  H   (13 Maret 624). Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bersenjatakan 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta dan 2 ekor kuda bertempur menghadapi pasukan dari  Mekkah   yang berjumlah 1.000 orang dengan 600 persenjataan lengkap, 700 unta dan 300 ekor kuda. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Kemenangan tersebut harus dibayar dengan tewasnya empat belas syuhada dari pihak pasukan Muslim. Sedangkan dari kaum kafir Mekkah tujuh puluh orang tewas dan tujuh puluh orang t...