Langsung ke konten utama

Postingan

WA Grup

Tahun ajaran baru, baru saja dimulai. Sudah lazimnya dan mengulang momentum yang sama sebelum-sebelumnya, dibuatlah Grup di aplikasi Whatsapp atau dikenal sebagai  Whatsapp Group  (WAG) untuk orang tua siswa dalam satu kelas yang sama, termasuk dalam kelas anak saya. Jangan ditanya grup untuk siswa-siswanya.  Sebagai generasi mileneal yang lebih melek teknologi informasi serta hal-hal yang terkait dengan internet, sudah pasti mereka lebih tanggap dan sigap menyikapi kejadian-kejadian di dunia nyata untuk diekpresikan dengan perilaku/habit mereka di dunia maya. Ada satu hal yang menggelitik dalam pembuatan WAG ortu siswa tadi. Salah satu anggota grup meminta untuk para orang tua mencantumkan nama anaknya sebagai nama di akun WA masing-masing, alasannya agar satu sama lain bisa saling mengenal.  Misalnya, ‘Mama Budi’, ‘Papanya Indah’, ‘Ummi Faisal’, dll. Istriku yang nomornya tergabung di grup tadi, bingung harus dipenuhi atau tidak permintaan tadi. Sebenarnya sih ...

Perang Sesungguhnya

  Setelah beberapa perselisihan dan pertikaian antara kaum Muslmin yang saat itu telah menemukan tempat yang kondusif untuk menyebarkan agama Islam di Madinah melawan kaum kafir yang dipimpin pembesar-pembesar Quraish di Mekkah, akhirnya terjadilah pertempuran besar pertama antara Nabi Muhammad saw melawan musuh-musuhnya itu pada tanggal 17  Ramadhan  2  H   (13 Maret 624). Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bersenjatakan 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta dan 2 ekor kuda bertempur menghadapi pasukan dari  Mekkah   yang berjumlah 1.000 orang dengan 600 persenjataan lengkap, 700 unta dan 300 ekor kuda. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Kemenangan tersebut harus dibayar dengan tewasnya empat belas syuhada dari pihak pasukan Muslim. Sedangkan dari kaum kafir Mekkah tujuh puluh orang tewas dan tujuh puluh orang t...

UPZ Selayang Pandang

Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Landasan Syariah Zakat Zakat adalah rukun Islam yang ketiga dan salah satu pilar bangunannya yang agung. Allah SWT menyandingkan perintah zakat dengan shalat di dua puluh delapan tempat dalam al-Qur`an. Ini menunjukkan betapa urgen dan tingginya kedudukan zakat dalam Islam, sebagaimana diungkapkan oleh Khalifah pertama setelah Rasulullah wafat, yaitu sahabat Abu Bakar Assidik RA, "Demi Allah, orang yang keberatan menunaikan zakat kepadaku, yang dulu mereka lakukan kepada Rasulullah SAW, akan kuperangi." Di waktu yang lain beliau berkata, “Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan salat dengan zakat. zakat adalah hak harta, kecuali dengan alasan." Zakat merupakan cerminan syariat Islam yang bernilai sosial kemasyarakatan. Dengan menjalankan kewajiban zakat, selain kita menjalankan kewajiban kepada ALLAH juga sebagai bentuk kepedulian kepada sesama manusia dalam hal ini yang membutuhkan (mustahik). Tentu saja yang dimkasud zakat...

Balas Dendam

  Arti kata balas dendam menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) online dan menurut para ahli bahasa adalah perbuatan membalas perbuatan orang lain karena sakit hati atau dengki, yang mana itu termasuk perbuatan tercela. Balas dendam biasanya dipicu oleh adanya perbuatan orang lain yang menyakiti atau tidak mengenakkan kepada diri kita hingga akhirnya kita terpancing untuk melakukan perbuatan yang sama agar orang lain tersebut merasakan sakit atau penderitaan sebagaimana yang kita rasakan. Bahkan dengan adanya ungkapan ‘pembalasan lebih kejam daripada perbuatan’ kita seolah mendapat pembenaran agar orang lain tadi merasakan sakit dan derita yang lebih besar. Mengulang pengertian dalam bagian awal di atas, balas dendam adalah perbuatan tercela. Islam juga melarang umatnya untuk memiliki sifat pendendam. Mengapa? Karena sifat pendendam hanya akan membuat seseorang kehilangan akhlaknya dan membuat dirinya semakin jauh kepada Allah SWT. ( islampos.com )  “Dan sesungguhny...

Sabar Ini Ujian

  Di sebuah perempatan, ketika itu lampu masih berwarna merah. Mungkin karena melihat dari sisi yang lain tidak ada kendaraan yang berjalan, belum juga berubah menjadi hijau, tiba-tiba sebuah motor memacu gasnya meninggalkan yang lain yang masih menunggu saatnya boleh maju berjalan. Tidak disangka ternyata dari arah sebelah kiri ada sebuah mobil yang melaju agak kencang dengan arah saling memotong dengan pemotor tadi.  Akibatnya sangat jelas terlihat bagaimana sepeda motor dan pengendaranya terpental tertabrak mobil. Mobil langsung berhenti dengan bagian depan rusak dan terlepas dari badannya. Tidak tahu bagaimana nasib dan kondisi pengendara motor karena berada di tempat yang agak jauh dan tidak terlihat. Ini bukan perisitiwa dalam sebuah film atau cerita fiktif, tapi kejadian nyata beberapa waktu yang lalu. Merenungi sejenak atas kecelakaan tersebut, terlepas dari takdir dan suratan yang sudah tergaris, salah satu faktor penyebabnya adalah ketidaksabaran pemotor menunggu beb...

Jangan Ada Sesal Di Antara Kita

  Beberapa waktu yang lalu karena satu dan lain hal, beberapa bagian di sebuah perabot di rumah dengan terpaksa harus dibuat lubang. Mempertimbangkan bahwa mungkin hal tersebut tidak akan terlalu sulit dan hanya memerlukan waktu sebentar saja, akhirnya dengan peralatan dan skill yang ada pekerjaan dilakukan sendiri. Alhamdulillah kebutuhan lubang itupun bisa dipenuhi. Tetapi oleh sebab peralatan yang digunakan tidak sesuai dengan standar dan bukan yang seharusnya digunakan serta teknik yang ala kadarnya, pekerjaan yang tidak terlalu lama tersebut harus selesai dengan diiringi lecetnya telapak tangan sebelah kanan dan sedikit luka di ibu jari tangan sebelah kiri. Singkat kata, lubang-lubang tadi dapat difungsikan dengan baik sesuai peruntukan yang direncanakan dari awal. Namun efek dari lecet dan luka yang tidak diantisipasi sebelumnya tadi agak membuat repot hari-hari setelahnya, karena dengan itu beberapa aktifitas menjadi sedikit terganggu. Yang paling terasa adalah ketika hendak...

Tersiksa Jilid II

  Saat itu, saya lupa kapan persisnya. Protokol kesehatan di masjid mulai dilonggarkan. Barisan solat yang sejak pandemi Corona direnggangkan dan berjarak antar jamaah, sudah dirapatkan lagi meskipun masih sebatas sajadah yang dipakai sebagai alas solat saja. Untuk yg membawa sajadah tidak rapat-rapat amat juga, tapi untuk yang tidak, ya berdekatan. Pernah saya tanyakan alasan, pertimbangan dan parameter-parameter yang menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut. Namun pelonggaran tadi tetap dilanjutkan meskipun sepertinya tidak ada argumen yang jelas,  meyakinkan dan terukur. Saya sendiri sungguh berat untuk meninggalkan solat berjamaah hanya karena tidak sependapat dengan kebanyakan jamaah yang menginginkan kesempurnaan solat berjamaah dengan merapatkan barisan. Sedikit berkompromi jadinya datang agak nelat-nelat dikit dan menomorduakan untuk mengikuti takbir pertama Imam. Terkadang sampai tertinggal rekaat pertama, apa boleh buat. Tetapi dengan begitu malah bisa tetap me...